Profesi Anak Ibu Penjual Kue

January 18, 2018 | Penulis: Hesty Anime | Kategori: N/A
Share Embed


Deskripsi

Profesi Anak Ibu Penjual Kue
Bapak Presiden hendak membeli kue. Ia pun mengunjungi salah satu pedagang kue di depan istana Negara. Sang presiden bertanya pada ibu tua penjual kue di dekat jalan.
Bpk : "Sudah berapa lama jualan kue?"
Ibu : "Sudah hampir 30 tahun."
Bpk : "Terus anak ibu mana, kenapa tidak ada yang bantu?"
Ibu : "Anak saya ada 4, yang ke-1 di KPK, ke-2 di POLDA, ke-3 di Kejaksaan dan yang ke-4 di DPR, jadi mereka sibuk sekali pak..."

Bapak Presiden kemudian menggeleng-gelengkan kepala karena kagum... Lalu, berbicara kesemua hadirin yang menyertai beliau,

"Meskipun hanya jualan kue, ibu ini bisa menjadikan anaknya sukses dan jujur tidak korupsi... karena kalau mereka korupsi, pasti kehidupan Ibu ini sudah sejahtera dan tinggal dirumah mewah..."
Bpk : "Apa jabatan anak di POLDA, KPK, KEJAKSAAN dan DPR?"
Ibu : "Sama... jualan kue juga..."

Bapak presiden pun tercengang akan jawaban yang di berikan ibu penjual kue. Situasi kembali normal dan bapak presiden kembali membawa kue ke kantornya.

RANGKUMAN : (Abstraksi) Pak presiden membeli kue pada seorang ibu tua penjuak kue. (Orientasi) Pak presiden kemudian bertanya, sudah berapa lamakah ibu itu berjualan kue dan kenapa tak ada yang membantu. (Krisis) Anak-anak ibu itu yang ke-1 di KPK, ke-2 di POLDA, ke-3 di Kejaksaan dan yang ke-4 di DPR, namun sama-sama jualan kue. (Reaksi) Bapak presiden pun tercengang akan jawaban yang di berikan ibu penjual kue. (koda) Situasi kembali normal dan bapak presiden kembali membawa kue ke kantornya.
Pesan : Apapun pekerjaannya walaupun hanya usaha kecil,halal, dan usaha sendiri, itu lebih baik dari pada menjadi pejabat namun korupsi.
NARASI :
Bapak Presiden hendak membeli kue. Ia pun mengunjungi salah satu pedagang kue di depan istana Negara. Sang presiden bertanya pada ibu tua penjual kue di dekat jalan.
"Sudah berapa lama jualan kue?"
"Sudah hampir 30 tahun." Kata ibu tua itu.
"Terus anak ibu mana, kenapa tidak ada yang bantu?"
Kemudian ibu itu tersenyum "Anak saya ada 4, yang ke-1 di KPK, ke-2 di POLDA, ke-3 di Kejaksaan dan yang ke-4 di DPR, jadi mereka sibuk sekali pak..."
Bapak Presiden kemudian menggeleng-gelengkan kepala karena kagum... Lalu, berbicara kesemua hadirin yang menyertai beliau,
"Meskipun hanya jualan kue, ibu ini bisa menjadikan anaknya sukses dan jujur tidak korupsi... karena kalau mereka korupsi, pasti kehidupan Ibu ini sudah sejahtera dan tinggal dirumah mewah..." Pak presiden itu terhenti sementara.
"Apa jabatan anak di POLDA, KPK, KEJAKSAAN dan DPR?" lanjutnya.
"Sama... jualan kue juga..."
Bapak presiden pun tercengang akan jawaban yang di berikan ibu penjual kue. Situasi kembali normal dan bapak presiden kembali membawa kue ke kantornya
Konjungsi :
* Kemudian ibu itu tersenyum
* di Kejaksaan dan yang ke-4 di DPR
* Lalu berbicara kesemua hadirin yang menyertai beliau

Antonim (Perlawanan kata) :
Menjual x Membeli
Tersenyum x Cemberut
Bertanya x Menjawab
Normal x Aneh
Di depan x Di belakang
Sinonim (Persamaan Kata) :
Pedagang : Penjual
Mengunjungi : Menghampiri
Kagum : Takjub
Berbicara : berkata
Sejahtera : Makmur
Perwatakan :
Ibu tua : Ramah, baik hati
Presiden : Baik hati











PEROKOK VS BUKAN PEROKOK
Disuatu metromini, seorang perokok mengabil sebatang rokok dan bermaksud menawarkan pada orang sebelahnya.
Perokok : Mau rokok tidak?
Mas-mas : O, NGGAK! Terima kasih.
Mas-mas bermaksud ingin memberikan arahan kepada si Perokok supaya tidak merokok karena mengganggu kesehatan. kemudian pembicaraan pun dimulai.
Masa-mas : Sehari habis berapa?
Perokok : dua bungkus
Mas-Mas : Sebungkus harganya berapa?
Perokok : 10.000
Mas-Mas : udah berapa tahun ngerokok?
Perokok : 20 taun
Mas-Mas : Begini, saya kasih gambaran. Sehari anda habis 2 bungkus. 2 x 10.000 = 20.000. Berati satu bulan 20.000 x 30 = 600.000. Sedangkan setahunnya 600.000 x 12 = 7.200.000. Nah, karena anda udah ngerokok 20 tahun, 7.200.000 x 20 = 144.000.000 wah kalo anda nggak ngeroko bisa buat beli mobil tuh!
Perokok : nah sekarang saya punya gambaran
Mas-Mas : Silakan
Perokok : Anda perokok bukan?
Mas-mas : bukanlah!
Perokok : TERUS MOBIL LOE MANA?!
Setelah mendengar seruan sang perokok, Sang Mas-mas hanya terdiam dan tak dapat berkata. Dihentikannya metromini dan turun dari metromini itu meninggalkan sang perokok dan mencari metromini lain.
RANGKUMAN : (Abstraksi) Seorang perokok mengabil sebatang rokok dan bermaksud menawarkan pada orang sebelahnya. (Orientasi) Mas-mas mulai membuka percakapan dengan perokok tersebut yang membahas tentang berapa lama sang perokok tersebut merokok. (Krisis) Mendengar gambaran mas-mas yang terkesan sok tau kalau tidak merokok 20 taun uangnya dapat untuk membeli mobil, sang perokok hanya member gambaran dan menanyakan kepada mas-mas apakah dia perokok, dan ternyata bukan. Lalu menanyakan mana mobilnya. (Reaksi) Sang Mas-mas hanya terdiam dan tak dapat berkata. (Koda) Dihentikannya metromini dan turun dari metromini itu meninggalkan sang perokok dan mencari metromini lain.
Pesan : Perkataan sang Mas-mas tadi ada benarnya. Namun, cara menyampaikan Mas-mas itu agak bertele-tele dan tanpa ada bukti. Sehingga sang perokok dapat memutar balik fakta dari mas-mas. Intinya, para perokok harus mengurangi merokok. Dari pada uang digunakan untuk membeli rokok, lebih baik ditabung untuk masa depan.
NARASI :
Disuatu metromini, seorang perokok mengabil sebatang rokok dan bermaksud menawarkan pada orang sebelahnya.
"Mau rokok tidak" tawar Perokok dengan ramah.
"O, NGGAK! Terima kasih." Sang Perokok hanya tersenyum mendengar penolakan Mas mas itu.
Mas-mas bermaksud ingin memberikan arahan kepada si Perokok supaya tidak merokok karena mengganggu kesehatan. Kemudian pembicaraan pun dimulai.
"Sehari habis berapa?" Tanya Mas mas
"dua bungkus"
"Sebungkus harganya berapa?"
"10.000"
"udah berapa tahun ngerokok?"
"20 taun"
"Begini, saya kasih gambaran. Sehari anda habis 2 bungkus. 2 x 10.000 = 20.000. Berati satu bulan 20.000 x 30 = 600.000. Sedangkan setahunnya 600.000 x 12 = 7.200.000. Nah, karena anda udah ngerokok 20 tahun, 7.200.000 x 20 = 144.000.000 wah kalo anda nggak ngeroko bisa buat beli mobil tuh!" Jelas mas ma situ panjang lebar.
Perokok hanya menarik nafas kesal lalu berkata "nah sekarang saya punya gambaran"
"Silakan"
"Anda perokok bukan?"
Mas-mas itu menggelangkan kepalanya. "bukanlah!"
"TERUS MOBIL LOE MANA?!"
Setelah mendengar seruan sang perokok, sang Mas-mas hanya terdiam dan tak dapat berkata. Dihentikannya metromini dan turun dari metromini itu meninggalkan sang perokok dan mencari metromini lain.
Konjungsi :
sebatang rokok dan bermaksud menawarkan
Kemudian pembicaraan pun dimulai
Perokok hanya menarik nafas kesal lalu berkata
Setelah mendengar seruan sang perokok
Anonim
Membuka x Menutup
Menawarkan x meminta
Dimulai x diakhiri
Sekarang x Nanti
Beli x Jual

Sinonim
Ditabung : Disimpan
Menyampaikan : menginformasikan
Berkata : berbicara
Sekarang : Saat ini
Pembicaraan : Obrolan
Watak
Mas Mas : Sok tau
Perokok : ramah

Lihat lebih banyak...

Komentar

Copyright © 2017 DOKUPDF Inc.